Pembinaan Langsung Bupati Menuju Juara Nasional Lomba PHBS

Dibuat oleh Administrator pada tanggal 08 Januari 2018 pukul 02:50 (46 hits)


Sebelum dilakukan penilaian, Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto mengecek langsung persiapan masyarakat Desa Sambogunung yang akan dinilai oleh juri lomba Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Tingkat Nasional, Selasa (25/4).

Dihadapan seluruh ibu-ibu anggota PKK Bupati meminta agar masyarakat tetap membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. “Lomba ini

adalah sarana saja. Yang penting adalah budaya masayarakat yang selalu membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat” katanya.

Sambari menyatakan, setelah melihat dampak dari lomba ini ketika Desa Sambogunung terpilih mewakili Provinsi Jawa Timur untuk maju ke tingkat Nasional, terjadi perubahan yang sangat luar biasa. “Desa sini saat ini terlihat lebih bersih. Tanaman sayur mayurnya semakin banyak. Masyarakat tampak semakin tertib betapa pentingnya hidup bersih dan sehat” paparnya.

Sambari mengaku senang karena keinginan hidup bersih dan sehat sudah mulai tumbuh. “Indikasinya sudah saya lihat sendiri. Di depan setiap rumah sudah menyiapkan tempat cuci tangan tangan dan kaki dengan disiapkan sabun. Asbak juga disiapkan diluar ruangan. Hal ini menandakan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat sudah makin tinggi” paparnya.   

Kenyataan ini diakui oleh Camat setempat yang disampaikan kepada Kepala Bagian Humas dan protokol Pemkab Gresik Suyono. Camat Dukun Sunarto mengaku saat ini tingkat konsumsi sayur mayur dan buah buahan semakin meningkat. “Masyarakat bahkan menanam sendiri sayuran dan buah-buahan lokal untuk konsumsi keluarga. Bahkan beberapa warga yang kelebihan produksi, selain dikonsumsi juga dititipkan di warung-warung untuk dijual” katanya

Tak hanya itu, konsumsi rokok masyarakat Sambogunung juga tercatat semakin hari semakin berkurang. “Meski disiapkan semacam gazebo, namun hanya beberapa saja yang memanfaatkan dan selebihnya ada yang mengurangi merokok dan ada yang berhenti sama sekali. Sekarang masyarakat atau tamu sekalipun hanya bisa merokok diluar rumah, karena warga hanya menyediakan asbak diluar rumah  ” tandas Narto.

Masih menurut Narto, budaya anti rokok ini juga ditindaklanjuti dengan semacam kebijakan oleh Kades setempat. “Kepala desa Sambugunung juga menerbitkan perdes anti rokok. Ketika disosialisasikan para anggota BPD, Ketua RW dan Ketua RT banyak yang setuju. Jadilah hal itu semacam aturan khusus di desa setempat yang sangsinya disesuaikan kesepakatan masyarakat setempat” katanya.   

Tentu saja semua yang telah dilaksanakan masyarakat Sambogunung Kecamatan Dukun telah mendapat apresiasi dari Pemerintah, baik itu Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi. “Saat ini masyarakat masih akan meyakinkan juri PHBS tingkat Nasional tentu saja harapan masyarakat tersebut juga didukung oleh Bupati Gresik beserta OPD yang ada di Pemkab Gresik” pungkas Narto. (Sdm)